Budaya dan Identitas Tionghoa Muslim di Kalimantan Barat

Muhamad Murtadlo

Abstract


The community of Tionghoa muslim in Indonesia is a unique phenomenon. They are minority in number while they are also under minority tribes as Tionghoa. The uniqueness of them they hold onto majority religion in Indonesia.  The existence of this community was up and down in history. This study found the fact that there are cultural growth and identity in the present day, especially in the case of West Kalimantan. They formed the organization, adapted and has obsession to build Mosque with Tionghoa architecture. They plan for building Cheng Ho mosque. 

Keywords: Muslim Tionghoa, Culture, and Identity.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Arief, Khozyn. 1994. Sejarah dan Perkembangan PITI: Kiprah PITI di Gelanggang Nasional. dalam buku panduan Seminar danMusyawarah Wilayah PITI Yogyakarta.

Ayuana, Iman Astri Okta. 2007. Organisasi dan Kegiatan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Yogyakarta. Tugas Akhir ProgramStudi D III Bahasa Mandarin, Fakultas Ilmu Budaya, UGM.

Budiman, Amen. 1979. Masyarakat Islam Tionghoa di Indonesia. Semarang:Penerbit Tanjung Sari.

Jahja, H Junus (Peny). 1984. Zaman Harapan Bagi Keturunan Tionghoa. Jakarta: Yayasan Ukhuwah Islam.

_____. 1995. Islam dimata WNI. Jakarta: Yayasan H. Abdul Karim Oei TjengHien.

_____. 1999. Masalah Tionghoa Di Indonesia: Asimilasi vs Integrasi. Jakarta: LPMP.

Kwartanada, Didi. 1997. Kolaborasi & Resinifikasi: Komunitas Cina KotaYogyakarta pada Zaman Jepang 1942-1945. Yogyakarta, Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UGM.

Rafika Perdana, Fahmi. 2008. Integrasi Sosial Muslim Tionghoa : Studi AtasPartisipasi PITI Korwil Yogyakarta dalam Proses Pembauran. Yogyakarta: Mystico-PITI Korwil Yogyakarta.

Suryadinata, Leo. 1988. Kebudayaan Minoritas Tionghoa Di Indonesia. Jakarta: Gramedia.

_____. 2002. Negara dan Etnis Tionghoa : Kasus Indonesia. Jakarta: LP3ES..

Tan, Mely G (Ed. ). 1979. Golongan Etnis Tionghoa Di Indonesia: Suatu Masalah Pembinaan Kesatuan Bangsa. Jakarta: Gramedia.

Wibowo, I (Ed). 2000. Harga yang Harus Dibayar: Sketsa Pergulatan etnik Cina di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Yudawati, Triana. 2002. ”Relasi Sosial Muslim Tionghoa dan Non Muslim Tionghoa di Kodya Yogyakarta.”Skripsi. Fakultas UshuluddinUIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Moedjiono. Ragam Hias dan Warna Sebagai Simbol Dalam arsitektur Cina. dalam http://ejournal. undip. ac. id/ index. php/ modul/article/ download/ 1449/1216

Priyanto Wibowo. Tionghoa dalam keberagaman indonesia: Sebuah Perspektif Historis Tentang Posisi dan identitas. https://icssis. files. wordpress. com/ 2012/05/09102012-52. pdf

Zein, Abdul Baqir. 2000. Etnis Cina dalam Potret Pembauran di Indonesia.Jakarta: Prestasi Insan Indonesia.

Pelita Online, Masjid Banjarmasin Akan Bangun Masjid Berarsitektur Cina, 16 Januari 2012

http://id. wikipedia. org/wiki/Bedug diakses tanggal 15 Mei 2013

http://www. tempo. co/read/news/2009/09/06/114196486/Pagoda-di-Atap-Masjid-Cheng-Hoo

http://infopontianak. org/sejarah-lengkap-kaum-Tionghoa-masuk-ke-kalimantan-barat/

http://id. wikipedia. org/wiki/Kalimantan_Barat

http://mualaf. com/index. php/persatuan-islam-Tionghoa-indonesia/item/431-piti-kalimantan-barat

http://www. panoramio. com/photo/46859566


Refbacks



Copyright (c) 2018 Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


lantai 18, Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Jalan M.H. Thamrin No.6, Menteng, RT.2/RW.1, Kb. Sirih, Menteng,
Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Tlp/Fax: (021) 3920718
Handphone:
E-mail: jurnal.lektur@gmail.com


View My Stats
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi.