Rekonstruksi Falsafah Bugis dalam Pembinaan Karakter: Kajian Naskah Paaseng Toriolo Tellumpoccoe

NFN Nurnaningsih

Abstract


Paaseng toriolo is a legacy of Bugis kings/ sages both in oral and written form (Galigo and Lontara manuscript) in the Tellumpoccoe region (Bone, Soppeng and Wajo). This study aims to restore Bugis cultural values summarized as Pangadereng (Ade ', bicara, Rapang, Wari' and Syara'), as
well as a motivation of life values that is integrated in the concept of Siri "and Shari'ah. This study used a qualitative analysis as the interpretation of the historical, sociological, religious and cultural phenomenon. The research found that the concept of kings and sages began writing in the Galigo and Lontara scripts around XVI-XVII AD century and its contains Paaseng related to the wandering, the importance of Science, social order, the guidelines for the King and officers, obligation of the King with the State and people as well as the guidance of the king, society, and environment. Efforts
to restore the preservation of cultural values that are endangered due to a lack of applicants who are able to read the Bugis script so that the reconstruction is viewed very urgent to monitor the generation behavior that are mostly caught up with modern systems in Globalization era.


Keywords


Bugis Philosophy, Manuscript, Character Development, Globalization

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abdi, Muhammad. “Siri’ sebagai Sikap dan Falsafah Hidup Masya-rakat Bugis Makassar”, Academia Online: https://www.academia.edu/

/siri_sebagai_falsafah_hidup_masyarakat_bugis_makassar. Diakses pada 15 April, 2015.

Abdullah, Hamid. 1985. Manusia Bugis Makassar, Suatu Tinjauan Historis terhadap Pola Tingkah Laku dan Pandangan Hidup Manusia Bugis- Makassar. Jakarta: Inti Indayu Pres.

Al-Afas, Ali bin Hasn bin Abdullah bin Hasan, Lukman al-Hakim. 1981. Kepribadian dan Mutiara Hikmahnya, Penerjemah: Ali Abu Bakar Basalamah dan M. Mansyur Amin. Yogyakarta: Ratu Adil.

Al-Akkad, Abbas Mahmud. 1947. al-Falsafah al-Quraniyah. Qairo: Mathba’ah al-jannah Li-at-Ta’lif wa at-Tarjamah.

Amir, Andi Rasdiana. 1981. Bugis Makassar dalam Peta Islamisasi Indonesia. Ujung Pandang: IAIN Alauddin.

__________. 1995. Integrasi system Pangadereng (Adat) dengan System Syari'at sebagai Pandangan Hidup Orang Bugis dalam Lontarak Latoa. Yogyakarta: IAIN SUKA.

Barried, Siti Baroro dkk. 1985. Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Departemen Pen-didikan dan Kebudayaan.

Cense, A.A. 1972. Beberapa Catatan Penulisan Mengenai Sejarah Makassar Bugis, Terjemah KITLV Belanda. Jakarta: Bharata.

De. Haan Priangan. 1912. De Prianger-Regentschappen Onder Het Nederlansech Bestum Tot 1811. Uit Gegeven Door Het Batavia-asech Genootschap Van Kusten en Wetenschappen.

Edi, Abdullah. “Falsafah Hidup Orang Bugis Makassar yang Sarat Nilai-Nilai Pembelajaran.” dalam Kompasiana Online: http://sosbud. kompasiana.com/2015/02/25/falsafah-hidup-orang-bugis-makassar-yangsarat- nilai-nilai-pembelajaran-726073.html. Diakses pada 25 April, 2015.

Farid, A. Zainal Abidin. 1979. “Wajo pada Abad XV-XVI Peng-galian Sejarah Terpendam Sulawesi Selatan dalam Lontara”. Disertasi. Jakarta: Universitas Indonesia.

__________1991. “Konsep dan Kekuasaan dan Kepemilikan di Sula-wesi Selatan “Dahulu Kala”.” Makalah disampaikan da-lam Kongress Kebudayaan Nasional. Jakarta.

__________1969. “Sekapur Sirih Azas-azas Hukum Adat Pidana Sulawesi Selatan sebagai Sumbangsih Pembinaan Hukum Na-sional.” Pidato pengukuhan guru besar, Makassar, Majalah No-mor Khusus, Universitas Hasanuddin.

Kenn, R.A I. 1989. La Galigo penerjemah KITLV-LIPI. Yogya-karta: Universitas Gajah Mada.

Koentjaramingrat. 1982. Kebudayaan Mentalistas dan Pembangun-an. Jakarta: PT.Gramedia.

La Side Daeng. 1985. “Tapala ‘Paaseng To Riolo’” dalam Majalah Kebudayan Sulawesi Selatan. Ujungpandang Universitas Ha-sanuddin, Vol. I No II.

Lery, Reuben. 1965. The Social Structure of Islam. Cambridge: University Press.

Madkur, Muhammad Salam. 1964. Madkhal al-Fiqh al-Islamy. Qairo: ad-Dual al-Qaumiyah Li at Thaba’ah wa an-Nashr

Marzuki Laica, Muhammad. 1995. SIRI: Bagian Kesadaran Hukum Rakyat Bugis-Makassar. Bandung: Universitas Pajajaran.

Matthes, B.F 1872. Boeginesche. Chrestomathie II: Amsterdam.

__________1874. Boeginesh-Hollandsch Woorden Lyst en Verkklaring, M, Ny Hoff: Amsterdam, C.A, Spin en Zoon.

Mattulada. 1985. Suatu Lukisan Analisis terhadap Antropologi Po-litik Orang Bugis. Yogyakarta, Universitas Gajah Mada Press.

Muhammad Ahlul Amri Buana, Mencari Mandar, Online: http://nulisbuku.com/books/download/samples/c9c969d97dd7c38b0f31833675d8dce4.pdf. Diakses pada 19 April 2015.

Muhammad Bahar Akkase Teng, “Falsafat dan Sastra Lokal (Bugis) dalam Perspektif Sejarah”, Seminar Nasional Sastra, Pendidikan karakter dan Ekonomi kreatif, Surakarta 31 Maret, 2015

Nur Alam, Saleh. “Memahami Nilai Budaya Sirik Na Pacce Dalam Kehidupan Rumah Tangga Masyarakat Suku Bangsa Ma-kassar”, Buletin Bosara, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Makassar. Nomor 18 tahun VIII/2001.

Rahim, Abd. Rahman.1984. “Nilai-nilai Utama Kebudayaan-Bu-gis”. Disertasi. Ujung Pandang: Universitas Hasanuddin

Rdya. 1981. The Heritage of rung Palakka a. History of South Su-lawesi (Celebes) in the seventeeth Century. Haque: Mortinus Ny Hoff. US History. Reconstruction, Online: http://www.ushistory.org/us/35.asp. Diakses

pada 25 April 2015.

Yaumi, Muhammad dan Fatimah Sirate. 2015, “Konstruksi Model Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Spiritual untuk Perbaikan Karakter” dalam Al-Qalam: Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya, Volume 20, Edisi Khusus.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Flag Counter

Lisensi Creative Commons This work is licensed under CC BY-SA

© All rights reserved 2017. Jurnal Lektur Keagamaan, ISSN: 1693-7139 (print)